Apa Arti Sebuah Kedewasaan?

”…Tidak selalu berfikir/bersikap dewasa itu benar. Dan tidak selalu juga berfikir/bersikap seperti anak kecil itu tidak baik…”

Terukir jelas dalam logikaku. Ketika ada orang yang mengatakanku “Koyo cah cilik ae…!” ”Heh, Nalar’e tha…!”. dalam hati, Aku pun meronta dan memaki-maki dia. Kenapa? Apa Aku salah? Kalau aku masih kekanak-kanakan? Apakah orang harus selalu berfikir dewasa? Bukankah untuk menuju kedewasaan bermula dari tingkah pola pikir kita yang masih kecil/kerdil?

Kenapa harus menyalahkan? Bukankah lebih baik kau mengarahkan? Jika memang Aku salah! Tapi, apakah berpikir dewasa itu selalu benar? Aku heran? Kenapa banyak orang yang selalu memicingkan ataupun meremehkan orang yang berpikir seperti anak kecil! Gak selalu kok, berfikir seperti anak kecil itu tidak baik, dan tidak selalu juga berfikir/bersikap dewasa itu benar.

Ya, Aku akui kedewasaan itu perlu. Tapi juga pada porsinya yang pas! Gak selalu kedewasaan itu diagung-agungkan. Adakalanya kita juga perlu untuk bersikap.berfikir seperti anak kecil. Adakalanya juga kita harus bersikap dewasa. Yang terpenting lihat kapasitas dan porsinya yang pas!

Brongebouw, 20 Juni 2010

4 thoughts on “Apa Arti Sebuah Kedewasaan?

  1. ya betul…untuk menuju yang dewasa memang butuh tahapan… ada yang melakukan riyadzoh (buat anak pondok) dan ada yang berproses dengan benturan-benturan diri dengan realitas,.. itu semua adalah tahapan untuk mambaca diri ini sendiri, dengan tidak sadar diperlihatkanlah diri kita ini melalui tangan orang lain. apakah kita yang tadinya sombong dan angkuh supaya bisa berintrospeksi dan membenahi diri…dan pada tahapan ini harus ada yang mengarahkan, yang membimbing supaya tidak keblinger.. setelah proses pengenalan diri selesai barulah tahapan untuk mengenal kekasih sejati… (untuk itu carilah guru)

  2. ane setuju ama adek radhen Ayu ^_^,.. kedewasaan itu bukan dilihat dari tingkah polah seperti anak kecil, itu mah namanya berpikir sempit(bukanya berpikir luas malah berpikir sempit) kekanak kanakan itu dilihat dari segi apa dulu, kadang kekanak kanakan tu perlu loh buat kejiwaan kita, agar tidak setres menghadapi permasalahan yang pelik. salam buat radhen ayu,, jangan takut di bilang kekanak kanakan… yang pnting bisa meletakkan diri getoohhh… hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s