Makan Malamku

Dinda,
Masih kuingat dalam logika
saat bulan purnama
kita melukis bersama
di atas langit sana
Kita sedang bersenggama!
bersenggama dengan derai tangis, tawa
cumbu, dan canda
Tapi kini,
kumemendam rasa sakit
jantungku terhimpit
paru-paruku menyempit
hingga hatiku pun ingin menjerit
karna mengecam hidup yang sangat pahit
Ingin kuakhiri semua
tentang kebusukan masa
karna hanya timbulkan
cerca dan cela
Nafsu keparat
Buatku bejat!

KaLiLawang, 21 Maret 2010

2 thoughts on “Makan Malamku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s