Sepenggalah Kenangan di Wonokerto…

Wonokerto, 27 Juli 2009

 

Setelah hari ahad upacara pelepasan KKN PBA 2009. Paginya jam 08.00 lebih kita diberangkatkan menuju ke kabupaten masing-masing untuk mengikuti upacara. Jam 10.00 lebih kita diberangkatkan lagi menuju kecamatan Bancak. Berikutnya jam 13.00 nyampe di rumah’e pak Lurah. Kita di sambut dengan ramah. Wes koyo omahe dhewe…

Bosen juga teryata kalo gak da kegiatan apa-apa. Untunglah malam ba’da maghrib ada kegiatan khotmil quran di masjid sekaligus khol. Sampai di sana ketemu sama ibunya Aan dan Mas Risal yang nota bene ibu dari adik kelas dan kakak kelasku waktu Madrasah Aliyah (MA).

Apa bener ya, KKN nambah gemuk? Dari pagi mpe malem mangan ae gaweane… Hadueh! Soh subur tenan ki nak ngene carane?!

 

Wonokerto, 31 Juli 2009

 

Selalu saja untuk shalat subuh mesti keblug! Gak bisa on time! Pagi ini agendanya adalah nyuci! Dah 4 hari gak nyuci… ih jorok! Sembari yang lain pada sibuk ngurusi rapat di kecamatan, aku buat surat undangan untuk Warga Belajar (WB). Ba’da jumatan ada acara pengaosan se-dusun nJumbleng. Tau gak? Aku waktu ikut pengajian tadi mau nangis  sekenceng-kencengnya. Gimana ga? Masalahnya aku mikir, kalau besok aku dah gak disini lagi, aku pasti akan merindukannya. Seperti rutinitas ngaji, yasinan, tahlilan, ataupun pengaosan… sempet nitih uluh juga. Ibu’e pada baik-baik banget. Hikstz… Hikstz…

Acara Pengaosan se-dusun nJumbleng-mBogor

Wonokerto, 1 Agustus 2009

Agenda hari ini jalan-jalan ke sawah, lalu buat struktur organisasi sama buat agenda kegiatan harian posko KKN Wonokerto. Sore menjelang petang, di daerah barat desa Wonokerto ada acara akhirussanah di pondok Bustanu Ussaqil Quran. Ada 7 hafidzah dan 1 hafidz. And do you know? Petty teman sekamarku, nangis waktu acara berlangsung.

“Aku banyak dosa, aku pengen dilahirkan kembali, aku pengen besar di pondok!” ungkap Petty sambil sesenggukan.

Ya, semoga saja Petty sudah mendapat pencerahan dari Gusti. Amin…

Menyimak acara pengajian di Pondok Bustanu Ussaqil Quran


Wonokerto, 10 Agustus 2009

Kalau emang mau ”dapet” ya gini! Bawaane bete muluuu… ditambah gak ada kegiatan bermutu! Ya gini, kalau gak da temen yang gak mau diajak berbagi atau nemenin kesana-kesini. Motor? Sebenernya bukan halangan, tapi ya itu tadi. Gak da temen yang mau diajak kompromi!

Yawdah, waktu temen-temen belajar bahasa Perancis. Aku malah mandi, bis mandi mbaca-mbaca koran. Nah, waktu mbaca koran dikamar, alih-alih biar bisa buka kerudung, eh… malah kebablasen tidur! Sampai-sampai Utree telphon gak denger! Nyenyak benget turune

Siangnya, menjalankan tugas wajib dari negara! Ngulang WB di dusun nJumbleng. Malamnya di dusun mBogor.

Wonokerto, 13 Agustus 2009

Alhamdulillah… hari ini udzur! Tak ada yang istimewa hari ini. Rutinitas pagi ini, nyuci, pergi ke kelurahan buat bantu bu Carik. Malamnya yasinan ke dusun nJumbleng. That’s all

Wonokerto, 15 Agustus 2009

Sabtu kelabu! Tapi juga seru…

Pengen pergi-pergi, tapi malah yang ada gigit jari. Merasa sepi, dalam hati menyimpan peri… Kalau gini ceritanya mending aku pulang ke rumah! Utree dah ke Semarang, aku pengen ketemu Utree. Pengen cerita-cerita. Hmm…

Dan akhirnya… siang mejelang sore, aku jadi pergi ke Salatiga. Jalan-jalan ke Ramayana, trus ngenet. Oya, waktu ngenet aku chatingan sama mas Hafidz, temene abangku. Tanya basa-basi… eh jebule ada udang dibalik rempeyek! Mas Hafidz sama Abangku dan bala tentaranya njenguk aku ke Posko KKN. Aduh senengnya! Tambah seneng lagi waktu mau pulang Abangku ngasih angpaow gitu… Alhamdulillah! Tadi malem ngimpi apa ya? Tiba-tiba ada rejeki nomplok… ya sudahlah, makasih ya Bang!

Wonokerto, 16 Agustus 2009

Pagi-pagi bangun buat jalan sehat dalam rangka 17 Agustus-an. Karena kebetulan aku sedang udzur, jadi bisa lebih leluasa. Gak kepikiran apa-apa. Setelah jalan sehat, lihat tampilan band-band dari anak seni musik di kecamatan.

Siangnya ngajar dan ngelesi anak-anak dusun mBogor. Asyik juga ternyata… setelah ngajar malah disuguhi bermacam-macam aneka makanan dan minuman. Kalau ini rejekinya tak dapat ditolak, hehehe…

Menjelang malamnya ada acara Tirakat 17-an di Kecamatan Bancak. Tugasnya hanya bantu-bantu di dapur saja…

Nyiapin sesajen untuk Malam Tirakatan 17-an, hehehe…


Wonokerto, 17 Agustus 2009

64 tahun sudah Indonesia merdeka. Tapi, apakah sudah benar-benar merdeka? Benarkah kita sudah tak lagi dijajah?

Yach, itu hanya pertanyaan retoris! Tak perlu ada jawaban. Bisa dikatakan bendera setengah tiang. Upacara 17 Agustus di kecamatan sangat memalukan! Banyak sekali kekacauan. Ya sudahlah…

Selepas upacara di kecamatan, personil KKN PBA Wonokerto di undang ke kelurahan untuk tasyakuran dan pemotretan [hwahahaha, guaya! Koyo model baemodal-madul yo… iyo!hahaha], dan inilah salah satu hasilnya:

Personil Perangkat Desa dan KKN PBA 2009 TIDAK LENGKAP!!!

 

Wonokerto, 21 Agustus 2009

Habis gelap, terbitlah terang! Bangun pagi-pagi bantu ibu di dapur. Setelah kemaren gak jadi pulang, akhirnya ada penggantinya. Habis dzuhur setelah mendampingi WB untuk pelatihan buat pupuk di dusun nJumbleng tepatnya di rumah Pak Hamdan, Petty dapat sms dari dek Lala, anaknya bu Lurah.

Ambarawa-Salatiga

Asyik!!! Padusan ke Muncul! Kolam renang skaligus tempat rekreasi di daerah Ambarawa-Salatiga.

Hmmm, Udah dibayarin mosok gak nyemplung? Eman-eman ta zaaa… hehehe… Yawdah, jeguran rame-rame di Muncul kira-kira satu jam.

(Aku, Wydia, dek Lala)
Asyik! jeguran

Sehabis renang sepuasnya, kita ditraktir ke pemancingan yang terdekat. Makan ayam bakar dan ayam goreng, hmmm, nyummy… nyak, enyak, enyak…

(Cahyo, Aku, dan Adhi)
Hmmm… Nyummy!!!

Alhamdulillah, syukur kupanjatkan padamu ya Rabbi. Telah memberiku kenikmatan yang tak terkira! Pulang ke rumah langsung jamaah shalat taraweh.

Wonokerto, 24 Agustus 2009

Sahur… sahur… sahur…!!!

Selepas sahur kita menanti datangnya adzan subuh untuk shalat berjamaah di langgar!

Jreng… genjreng… genjreng… ” aku lagi latihan gitar sama Adhi! Anak seni musik yang juga jago maen kartu… tiba-tiba Abah telphon.

Aku disuruh pulang, katanya wat ngurus pajak motor! Berarti ntar malem prepare wat go home nich… asyik… asyik… asyik!!!

Sehabis belajar gitar ma Adhi, aku diajak mbak Tanti keliling desa mBogor buat cari WB untuk tanda tangan. Capek juga keliling kampung! Pa lagi puanaseee MaasyaaALLAHbeuhhh! Tapi tak apalah, itung-itung nikmat puasa…

(mbak Tanti dan Aku)
sebelum berangkat keliling dusun, action dulu…

Wonokerto, 25 Agustus 2009

Waktu Cahyo (kormadesku) bilang gak bisa nganter ke Tuntang wat aku pulang (karena jarak desa dengan jalan utama kota sangat jauh) aku sedih banget… hikszt!

”Apa besok aja ya?” batinku.

Tapi, Allah memang Maha Adil. Waktu sahur Utree telphon. Ternyata dia tanya kapan mau ke Semarang? Soal’e tanggal 26 Agustus ada kumpulan (meeting).

”Wah… suatu kebetulan, aku juga mau pulang, Tree!” kataku penuh semangat.

”Lha kamu mau pulang kapan?” tanyaku.

”Ntar jam 07.00!” jawabnya singkat.

”Wah… mending aku pulang sore wae ya? Soal’e aku juga ada jadwal ngajar pesantren kilat di dusun nJetis! Gimana, Tree?” keluhku.

Yowes, rapopo! Nak awakmu njaluk’e ngunu…” ungkap Utree pasrah.

”Yesss!!!” teriak batinku.

Alhamdulillah, aku tak jadi pulang pagi. Ternyata DPL-ku (Dosen Pembimbing Lapangan) sidak ke Poskoku. Akhirnya, pulang juga! Mama, I’m go home

Wonokerto, 29 Agustus 2009

Lagi, lagi, dan lagi! Sebenernya aku mau ngajar ke nJetis, tapi selalu gak jadi, karena harus ngurus dan ngeprint laporane bu Carik. Yawdah, dzuhur baru kelar…

Hari ini Petty sedang kumat giginya. Dan hari ini pula anak-anak pada pulang semuanya. Tinggal 3 anak: Aku, Petty, dan Sobirin (kormacam). Dan senangnya selepas taraweh, keluarga Pak Lurah mau jeng-jeng ke Ramayana! Horeee… sampai di sana kita gak belanja, tapi malah main di Time Zone! Dasar, masa kecil kurang bahagia, hahaha…

Karena sudah merasa puas main di Time Zone, akhirnya kita memutuskan untuk pulang. Tapi sebelum pulang pak lurah ngajak makan seafood warung langganannya. Hmmm… lumayan buat ngganjal perut yang tadi dah nguras tenaga!hehehe…

Wonokerto, 2 September 2009

Pagi sekitar jam 07.30, aku dibangunin mbak Tanti buat prepare ke dusun mBogor persiapan acara Prempol. Katanya sih mau datang menilik…

Sekita Jam 9.30 sampai di dusun mBogor. Di sana kita nempel-nempel poster, foto, de es be… setelah pamit, acara dilanjutkan ke dusun nJumbleng wat ndampingin WB yang sedang mengerjakan soal.

Dan siangnya, aku ditelpon mbakku. Pletaaaarrrggggg…!!! seperti petir menyala di siang bolong, aku kaget!

”Umah kemalingan…” ungkap mbakku singkat.

Aku langsung lemas tak berdaya. Ya sudahlah, semua yang ada di dunia ini adalah titipan…

And finaly, selama 45 hari di Womokerto aku hanya bisa menelurkan sebuah karya coret-coretan yang tak berguna… dan ini dia:

Ku Yakin RencanaMu Itu Indah

semua yang ada di alam ini adalah titipan
untuk dijaga agar aman
tapi keadaan memperdayakan
semua hilang
terbang melayang
hanya tinggal kenangan

rencanamu itu indah
aku yakin itu


Wonokerto, 2 September 2009

9 September 2009… Dan inilah akhir dari kebersamaan di Desa Wonokerto… banyak suka, duka, lara, tawa, canda, yang tak bisa diuraikan dengan kata-kata… ah…!

Belakang kanan ke kiri: Cahyo, Adhi, Bapak, Mas Risal, dan Sobirin.
Depan Kanan ke kiri: Aku, Mbak Tanti, Bu carik, Anisa, Petty, Wydia, dan santi

8 thoughts on “Sepenggalah Kenangan di Wonokerto…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s