Masjid Kubah Emas

Masid Dian al-Mahri

Masid Dian Al-Mahri

Coba tebak, saya sedang berpose di masjid mana?

“Turki?” jawab Najed.

“Ahahaha, Umm, bukan!”

“ Malaysia?” tebak Siti.

“Hmm, apalagi!”

 “Gendis tahu!” celetuk gadis berkacamata itu.

“Di mana?”

“Di depok. Di masjid kubah emas kan?”

“Yup, betul! Anak pintar. Gendis pernah ke sana ya?” tanyaku.

Gendis pun menganggukan kepalanya. Tanda bahwa ia pernah mengunjungi masjid yang fenomenal itu.

“Bisa kamu ceritakan kepada teman-temanmu tentang Masjid Kubah Emas yang pernah kamu kunjungi?” pintaku.

“Umm, boleh…”

Beranjak dari tempat duduknya, Gendis melangkah ke depan kelas untuk menceritakan pengalamannya.

 

***

Masjid Kubah Emas

Masjid Kubah Emas merupakan nama beken dari Masjid Dian Al Mahri. Masjid ini dibangun di tepi jalan Raya Meruyung-Cinere di Kecamatan Limo, Depok. Didirikan oleh seorang dermawan, pengusaha asal Banten bernama Hj. Dian Juriah Maimun Al Rasyid, istri dari Drs. H. Maimun Al Rasyid.

Konon katanya, Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006. Masjid ini dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha. Dengan luas kawasan 50 hektar, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini sendiri dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jemaah. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara. Akan tetapi, kemegahan masjid ini ‘dinodai’ oleh ketidaksadaran masyarakat ataupun wisatawan yang tidak menjaga kebersihan di lingkungan masjid. Banyak sekali sampah yang bertebaran di sudut-sudut jalan dan wc yang kurang terawat.

Masjid ini dibuka untuk umum. Meskipun begitu, tidak setiap waktu pengunjung bisa masuk ke masjid emas ini. Masjid dibuka pada pukul 10.00 pagi hingga 20.00 malam, sementara waktu pagi hari dibuka saat salat subuh hingga pukul 07.00 pagi. Selain itu, pada hari kamis Masjid Dian Al Mahri ini ditutup untuk umum. Menurut pengurus masjid, hari kamis digunakan untuk keperluan persiapan ibadah salat Jumat keesokan harinya.

Arsitektur Bangunan

Masjid Kubah Emas (Dian Al-Mahri)

Masjid Dian Al Mahri memiliki lima kubah. Satu kubah utama dan empat kubah kecil. Uniknya, seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Selain itu, di dalam masjid ini terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton.

Sementara itu, relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.

Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.

Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam atau heksagonal, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

Pada bagian interiornya, masjid ini menghadirkan pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia[1].

Referensi:

[1] id.wikipedia.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s