Mitos Keduten

 

Mitos Keduten

Keduten… Rasa sakit yang datang tiba-tiba. Semacam kesemutan atau kram yang datangnya ujug-ujug. Namun entahlah, keduten ini termasuk penyakit atau tidak saya juga belum tahu pastinya. Tetapi, keduten juga tidak menyakitkan kalo dirasa, terkadang sedikit mengganggu. Semacam apa ya? Saya juga susah mendeskripsikannya. Saya juga tidak tahu bahasa ilimiah untuk keduten itu sendiri. Jika dirasa, tiba-tiba otot yang ada di tubuh bergerak-gerak sendiri. Bagi orang jawa, pasti tahu apa itu keduten.🙂

Konon mitos jaman dulu, jika kita tiba-tiba keduten katanya sih ada yang sedang merindukan kita. Ya… bener atau nggaknya sih saya nggak tahu persis, karena saya belum melakukan penelitian. Hanya berhipotesis saja, ahahahaha… eh, bukan! Itu kata mitos…😀

 

Jadi, dulu saya sering merasakan keduten, di wajah bagian mata, entah kanan maupun kiri. Bagian pipi, alis, ataupun di daerah tubuh lainnya, seperti di lengan yang terkadang frekuensinya biasa, terkadang pula sangat kencang sekali. Karena saya sangat sering mendapatkan ‘tamu’ yang datang tiba-tiba tersebut. Saya pun penasaran. Ketika saya tanya pada bapak, “Bah, mataku dari tadi kok keduten terus tho?”.

Sing kiwo po kenen?” tanya balik bapakku.

“Kiri” jawabku singkat.

“Ooh, meh entuk rejeki kwi…”

“Hhh? Moso? Emang kalau yang kanan, tandane apa?”

Yo podo wae meh entuk rejeki, hahahaha” kelakar bapakku.

Saya pun langsung pasang tampang mbesengut. “Ditanya serius malah ngajak guyon…” gerutuku sembari masuk kamar.

Beranjak Dewasa

Awalnya nggak percaya ketika bapak ngendikan seperti itu. Tapi, be positive thinking aja deh. Kaleee aja bener, ahihihihi😀

Rejeki kan nggak selalu berupa materi (baca: uang), tapi kesehatan, keselamatan, ataupun anugerah yang lainnya itu juga bisa termasuk rejeki. J

Ya… percaya atau enggak sih. setelah dipikir-pikir dan mem-flash back, apa yang dibilang bapak ada benernya juga. Apakah hanya sebuah kebetulan saya juga nggak tahu.

Jadi begini, kejadian ini saya rasakan tiga hari yang lalu, hari selasa (2/8) tepatnya. Waktu itu ujung mata kiri yang dekat dengan hidung, tiba-tiba keduten. Saat itu saya biasa saja. Karena terlalu seringnya keduten dari kecil sampai gedhe, saya tak terlalu ‘ngeh’! yang harus memperhatikan apakah nanti atau besok saya akan mendapat rejeki atau tidak. Sampai pada akhirnya hari kamis datang, ‘tamu’ itu nggak kunjung reda.

iki nopo tho yo, yo? Keduten terus!” keluhku saat mengantar adikku untuk berangkat kuliah.

Dan… secara tak terduga ketika saya sedang ngedit foto sore hari, “prrrbrrrr!” ibuku mengagetkanku dengan bibirnya yang digetarkan dari belakang  kupingku.

Spontan saja aku teriak, “Mamah!”. “Get get’i ae!” gerutuku sembari mengelus dada.

nggek ngopo?” tanya ibuku.

Karena masih kesal, saya pun tak menjawab. Langsung meneruskan editingnya.

Ibuku pun langsung menaruhkan uang tiga lembar ratusan ribu rupiah di atas kasur dan pergi untuk mandi.

Setelah kejadian itu, keduten yang saya rasakan hilang seketika. Aneh bin ghaib! Hahahaha🙂

Brongebouw, Awal Agustus 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s