Hujan

di suatu maghrib yang temaram
awan beriring menurunkan hujan
hingga malam menjelang
gerimis pun tak kunjung hilang

jantungku mulai berdegup kencang
ketika kaukabarkan
lewat sebuah pesan
kau sudah datang dari pulau seberang

walau dalam derai rintik hujan
aku tetap senang
hingga membawa pikiranku melayang
untuk menjemput, kausayang

ah, hujan
memang menyimpan berjuta kenangan

Brongebouw, 1 Februari 2012

12 thoughts on “Hujan

  1. aku tak bisa menjamin,
    aku juga tak mampu berjanji,
    lebih-lebih memastikan semua hal yang semu itu.

    namun yang pasti,
    saat ini aku tak mampu berucap,
    kecuali
    aku sungguh merindu

    padamu.

  2. So sweet🙂

    Merindu lewat basahnya hujan
    derainya rintik
    tak peduli sesusah apa kau lenggokkan badanmu
    saat hujan

    yang kau tahu
    hanyalah merindu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s