Nongkrong di Sam Poo Kong

Rutinitas mbabu tak selamanya menyenangkan. Terkadang saya menjumpai titik jenuh juga. Namun, Tuhan memang sangat amat baik sekali terhadap saya. Ketika virus bosan menghampiri, saat itu pula ‘kejutan’ dari Tuhan pun datang. Sewaktu disela-sela kegiatan mbabu, saya dapat mencuri-curi waktu untuk me-refresh otak dan tubuh saya yang terkadang protes meminta treatment khusus. Dan aaa-khir-nyaaa… saya pun bisa merasakan seperti halnya yang dilakukan anak-anak muda jaman sekarang, nong-krong! “Horeeeeeyyyyy!! Yeay… yeay… yeay… Asyeeeekkkk… besok jalan-jalan” teriakku ketika saya diajak hang out bersama d’Gembels *jingkrakjingkrak mode on :p

Cucimata kali ini adalah mengunjungi tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah asal Tiongkok yang beragama Islam. O, o… siapakah dia? Yap! Sam Poo Kong.

Sam Poo Kong merupakan sebuah kuil Tionghoa yang terletak di daerah Simongan, Kota Semarang. Sekitar 8 km dari tempat juragan saya. Klenteng Sam Poo Kong merupakan tempat tujuan wisata religi sepertinya Candi Borobudur, de el el. Konon katanya, kemegahan klenteng ini sudah dikenal hingga ke mancanegara.

Sebenarnya nggak hanya turis domestik saja yang menyempatkan mampir di sini, tapi banyak juga turis asing yang datang untuk menikmati keelokan kuil ini. Hanya dengan mengeluarkan 3.000 ru-pi-ah saja, kami dapat mencicipi kecantikan klenteng ini. Namun, tidak berlaku untuk turis asing. Bagi turis asing, per kepala dikenakan biaya sebesar 10 ribu ru-pi-ah.

Napak Tilas

Klenteng Sam Poo Thay Jin atau disebut juga sebagai Klenteng Sam Poo Kong ataupun lebih dikenal dengan sebutan Gedong Batu oleh warga Semarang merupakan sebuah cagar budaya yang cukup tua. Klenteng Sam Poo Kong merupakan tempat pemujaan pada seorang Laksamana Dinasti Ming (1368-1643) dalam masa pemerintahan Kaisar Yung Lo, yang diutus menjadi duta kaisar ke Nusantara tepatnya ke pulau Jawa, dan mendarat di pantai Semarang pada tahun 1401.

Bangunan inti dari klenteng ini adalah sebuah gua batu dan merupakan tempat utama dari lokasi ini. Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Hoo beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa. Didalamnya, pengunjung bisa melihat patung yang dipercaya sabagai patung Sam Poo Tay Djien.

Pengunjung juga sering melakukan ciamshie untuk dapat melihat suatu keberuntungan peziarah di masa depan. Untuk melakukannya peziarah membakar hio atau dupa dalam gua batu dan melemparkan kepingan didepan altar sembahyang yang ditandai dengan “Im” dan “Yang”. Bila hasil lemparan tersebut salah satu keping terbuka dan satunya lagi tertutup, maka dipercaya akan memperoleh keberuntungan. Hal lain, peziarah dapat melemparkan sekumpulan batang bambu secara acak dan apabila terdapat batang bambu yang jatuh di hadapan altar sembahyang, maka batang bambu tersebut tinggal diserahkan kepada petugas. Nantinya, juru kunci akan mengambil selembar kertas yang bernomor 1 sampai dengan 28 disesuaikan dengan batang bambu yang jatuh. Kertas tersebut berisi syair-syair dengan maknanya akan diterjemahkan oleh jurukunci tersebut yang merupakan bagian dari peruntungan nasib kita di masa depan.

Dilokasi ini juga bisa dijumpai altar dan makam orang-orang kepercayaan Laksamana Cheng Hoo saat di Jawa, yang sering pula dikunjungi pengunjung untuk berziarah. Pemberian nama bangunan tersebut cukup unik mengingat pemberian nama didasarkan pada benda yang berasal dari kapal tersebut. Sebagai contoh, Mbah Kyai Cundrik Bumi merupakan tempat segala jenis persenjataan yang digunakan untuk mempersenjatai awak kapal. Kyai-Nyai Tumpeng berkaitan dengan urusan makanan di kapal dan Kyai Djangkar tempat meletakkan jangkar kapal. Sedangkan Mbah Djurumudi dipercaya sebagai makam dari jurumudi kapal. Dalam bangunan tersebut dihiasai dengan berbagai lukisan dan patung-patung yang menggambarkan perjalanan Cheng Hoo sampai ke Jawa termasuk pula di permukaan dua pilar bangunan utama.

#terimakasih untuk cover foto yang saya comot dari SM dan combine cerita napak tilas yang saya sadur  dari Klenteng Sam Poo Kong🙂

Gedung Batu, 11 April 2012

3 thoughts on “Nongkrong di Sam Poo Kong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s